Rabu, 19 Juni 2013
Hilton Bicara
Piala Konfederasi 2013 di Brasil sempat menuai protes dari para masyarakat Brasil. Para demonstran tersebut menilai, dengan adanya kompetisi seperti Piala Konfederasi tahun ini dan Piala Dunia 2014 nanti, telah membuat harga-harga di Brasil menjadi naik.
Striker PERSIB, Hilton Moreira pun turut mengomentari keadaan yang terjadi di Brasil ini. Menurut Hilton, hal yang wajar jika para masyarakat melakukan demonstrasi, namun dirinya juga meminta para pendemo tersebut tidak melanggar aturan-aturan yang berlaku.
“Aku tidak setuju sama pemberlakuan pajak yang tinggi di Brasil. Kamu tahu, semua harga kebutuhan menjadi mahal karena transportasi naik,” tutur Hilton saat berbincang di mes PERSIB, Rabu (19/6).
Eks pemain Sriwijaya itu juga percaya, apa yang terlihat beberapa hari belakangan dari aksi-aksi para pendemo di Brasil akan membuat jelek nama negaranya untuk menggelar turnamen besar seperti Piala Konfederasi dan Piala Dunia.
“Pasti tetap akan digelar Piala Dunia tahun depan. Saya yakin tetap terselenggara,” ungkap pemain asal Negeri Samba ini.
Piala Konfederasi memang bukan menjadi alasan ramainya arus protes dari masyarakat Brasil. Sebelumnya, krisis pemerintah juga terjadi menyusul kelesuan ekonomi, biaya pendidikan dan transportasi yang mahal, hingga tingginya tingkat kriminalitas di negara Amerika Latin tersebut.
Namun, momentum Piala Konfederasi menjadi alasan kuat demonstran melancarkan protesnya. Dalam pemberitaan di mesia massa, langkah Pemerintah Brasil yang telah mengeluarkan dana mencapai 11 miliar euro (Rp 146 triliun) untuk penyelenggaraan Piala Konfederasi hingga Piala Dunia 2014 dinilai menjadi puncak kekesalan para demonstran.
“Tidak apa-apa pajak tinggi tapi fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah dan lainnya harus baik. Tidak hanya pembangunan stadion. Bayangkan pemotongan gaji bisa mencapai 30 persen untuk bayar pajak. Biaya hidup mahal tapi fasilitas harus setimpal,” tutup Hilton. ***
Roni
Langganan:
Komentar (Atom)